Saturday, October 20, 2018

Bantu Anak-Anak Korban Gempa dan Tsunami di Sulawesi


Bantu Anak-Anak Korban Gempa dan Tsunami di Sulawesi

Pasca gempa dan tsunami Sulawesi, UNICEF sangat mengkhawatirkan kondisi anak-anak yang terpisah dari keluarganya.  Tidak bisa dibayangkan di tengah situasi sulit seperti ini tidak ada satupun yang mendampingi anak-anak.


 


Tim UNICEF bersama para pekerja sosial dari pemerintah telah membangun sebuah posko untuk penelusuran anggota keluarga dari anak-anak yang terpisah. Proses ini tentunya membutuhkan waktu di tengah situasi bencana yang sangat besar ini. 


Selain itu di posko tersebut anak-anak juga mendapat pendampingan psikososial sehingga mereka tetap dapat bermain, belajar dan beraktivitas dengan aman di tengah situasi darurat.


 


Tapi kami khawatir, masih banyak lagi anak-anak yang terpisah dari anggota keluarganya.  


Bantuan Anda akan sangat berarti untuk pertolongan anak-anak di sana.


Anda bisa memberikan perlindungan dan harapan.


Mohon donasi sekarang.


Metode Pembayaran


Testimoni


HERNITA DWI ARIESANDHY

Awal cerita bergabung menjadi Pendekar Anak UNICEF saat saya sedang berada di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta sehabis pulang kerja. Waktu itu, ada salah seorang petugas UNICEF menstop saya dan mulai menjelaskan program-program UNICEF. Entah kenapa ketika itu saya memutuskan untuk berhenti dan mendengarkan. Dari sekian banyak kegiatan penggalangan dana, baru kali ini saya tertarik. Mungkin karena panggilan jiwa seorang Ibu. Sedih rasanya mendengar anak-anak di luar sana tidak seberuntung anak-anak pada umumnya yang hidup sehat, sejahtera dengan keluarga yang lengkap. Akhir cerita, saya pun memutuskan bergabung dengan UNICEF menggunakan kartu kredit setiap bulannya. Setelah itu, saya lupa dan jarang mengecek e-mail. Saya baru sadar kalau UNICEF mengirimkan update kegiatan dan hasil-hasilnya hampir tiap bulan. Bahagia dan terharu rasanya melihat niat baik dan sebagian kecil rezeki yang disisihkan ternyata sangat bermanfaat dan besar artinya bagi anak-anak Indonesia yang membutuhkan. Terima kasih UNICEF. Teruskan misi muliamu.

Lainnya


LEONARDO SAMBODO

Anak - anak adalah masa depan bangsa dan dunia. Investasi untuk perkembangan anak, termasuk membantu mereka untuk tumbuh dan berkembang dengan sehat dan berpendidikan, bisa memudahkan mereka untuk memanfaatkan kesempatan dan berkembang menjadi insan yang mandiri dan berguna untuk diri sendiri dan orang lain.

Lainnya


TOHA SALEH

Pendidikan yang baik sangat penting bagi anak-anak dan seluruh generasi muda. Sebagai orang dewasa, kita berkewajiban untuk turun tangan membantu pendidikan mereka. UNICEF dapat membantu Anda merealisasikannya. Dukungan Anda sangat berarti, berapapun nilainya. Ingat, masa depan bangsa Indonesia ada di tangan anak-anak ini.

Lainnya


SURYANI

Kasih sayang, tidak dapat dilihat dan didengar, tetapi hanya bisa dirasakan dengan hati. Bahagia yang sesederhana ini, ketika bisa melihat mereka tersenyum.   Trimakasih UNICEF, untuk kesempatan yang diberikan kepada saya.


HERNITA DWI ARIESANDHY

Awal cerita bergabung menjadi Pendekar Anak UNICEF saat saya sedang berada di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta sehabis pulang kerja. Waktu itu, ada salah seorang petugas UNICEF menstop saya dan mulai menjelaskan program-program UNICEF. Entah kenapa ketika itu saya memutuskan untuk berhenti dan mendengarkan. Dari sekian banyak kegiatan penggalangan dana, baru kali ini saya tertarik. Mungkin karena panggilan jiwa seorang Ibu. Sedih rasanya mendengar anak-anak di luar sana tidak seberuntung anak-anak pada umumnya yang hidup sehat, sejahtera dengan keluarga yang lengkap. Akhir cerita, saya pun memutuskan bergabung dengan UNICEF menggunakan kartu kredit setiap bulannya. Setelah itu, saya lupa dan jarang mengecek e-mail. Saya baru sadar kalau UNICEF mengirimkan update kegiatan dan hasil-hasilnya hampir tiap bulan. Bahagia dan terharu rasanya melihat niat baik dan sebagian kecil rezeki yang disisihkan ternyata sangat bermanfaat dan besar artinya bagi anak-anak Indonesia yang membutuhkan. Terima kasih UNICEF. Teruskan misi muliamu.


Anak - anak adalah masa depan bangsa dan dunia. Investasi untuk perkembangan anak, termasuk membantu mereka untuk tumbuh dan berkembang dengan sehat dan berpendidikan, bisa memudahkan mereka untuk memanfaatkan kesempatan dan berkembang menjadi insan yang mandiri dan berguna untuk diri sendiri dan orang lain.


TENTANG UNICEF


UNICEF bersama Pemerintah Indonesia, organisasi setempat, pihak swasta dan masyarakat memiliki tujuan untuk memenuhi hak-hak dasar anak Indonesia.

Mengusung program dengan fokus utama mendukung bantuan teknis, penguatan kapasitas, advokasi, formulasi kebijakan dan promosi isu-isu anak di Indonesia untuk menuntaskan jutaanpermasalahannya. 

Dapatkan info terkini tentang berita,
program dan kegiatan UNICEF


Untuk berdonasi

Hubungi 1500 006

Jam Operasional

Senin - Jumat pukul 09.00 - 17.00

Alamat

World Trade Center 6, Lantai 10
Jalan Jenderal Sudirman Kav. 31
Jakarta 12920, Indonesia

  Registrasi No: S-1744/PR.8/2015 BAPPENAS - CPAP GOI - UNICEF 2016-2020

Friday, October 19, 2018

Gizi Anak Asmat

GIZI ANAK ASMAT


Krisis gizi buruk kembali melanda Tanah Papua. Krisis tersebut disertai dengan merebaknya wabah penyakit campak, tepatnya di Kabupaten Asmat. Bencana yang juga disebut sebagai kejadian luar biasa (KLB) ini telah melanda ratusan jiwa di beberapa distrik di Kabupaten Asmat selama lebih dari empat bulan. Mayoritas penderitanya adalah anak-anak.

Dalam kurun waktu September 2017 hingga Januari 2018, campak dan gizi buruk telah mengakibatkan 63 anak meninggal dunia. Angka tersebut berdasarkan pendataan empat tim terpadu penanggulangan campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat.

Sementara itu, RSUD Asmat melaporkan ratusan anak lainnya yang juga terjangkit wabah campak dan gizi buruk masih dalam perawatan medis. Hingga Kamis (11/1), tercatat 393 pasien campak dan gizi buruk menjalani rawat jalan dan 175 lainnya menjalani rawat inap. Jumlah korban terdambak diperkirakan terus bertambah, mengingat masih banyaknya wilayah yang belum terjangkau oleh tim medis.

Wabah campak disertai gizi buruk memang telah lama menjangkit warga, yang umumnya anak-anak, di Kabupaten Asmat. Masalah kemiskinan dan gaya hidup tidak sehat dinilai sebagai pemicu mewabahnya penyakit tersebut. Merespon bencana gizi buruk dan wabah campak yang terjadi di Kabupaten Asmat, Tim Emergency Response Aksi Cepat Tanggap (ACT) kini telah tiba di wilayah terdampak.
 
ACT kembali melakukan langkah strategis kedua kalinya untuk mengurangi beban penderitaan masyarakat di tanah Papua akibat kejadian luar biasa (KLB) campak dan gizi buruk. Kali ini, ACT tengah menyiapkan keberangkatan Kapal Kemanusiaan menuju Papua dengan membawa 100 ton bantuan pangan dan medis. 

Bantuan-bantuan yang rencananya akan diangkut oleh Kapal Kemanusiaan Papua di antaranya beras, biskuit bayi, susu cair, vitamin (asam folat A, kalsium, zat besi), puluhan ton air mineral, dan pakaian bayi serta dewasa. Berbagai bantuan tersebut guna mencukupi gizi masyarakat di Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua.

Selain bantuan beras dan relawan, ACT juga berencana menyiapkan dapur umum guna membantu masyarakat lepas dari problem gizi buruk. Sebelumnya, berbagai bantuan paket gizi dan layanan kesehatan gratis telah menjangkau beberapa distrik di Kabupaten Asmat. Bantuan tersebut menyasar penderita campak dan gizi buruk yang ada di Kabupaten Asmat.

Sahabat, hari ini saudara sebangsa di timur Indonesia memanggil kita. Krisis kesehatan dan gizi buruk menghampiri Papua. Berbagai penyakit melanda saudara kita tanpa pandang usia. Puluhan bayi-bayi kekurangan asupan pangan hingga meninggal di pangkuan orang tuanya.

Bangsa Indonesia sejatinya adalah bangsa yang humanis, berjiwa sosial, dan menjunjung tinggi sikap saling tolong menolong. Kepedulian rakyat Indonesia menembus batas teritorial negeri dan melampaui sekat geografis. Karena kepedulian itu universal, berlaku untuk siapa pun, tidak peduli tetangga dekat atau malah saudara terpisah jauh ribuan kilometer.

Kapal Kemanusiaan untuk Papua adalah sebuah catatan penegas bahwa "Jauh Dibantu, Dekat Apalagi". Karena Papua adalah Indonesia. Mereka pula yang sehari-hari menjaga teras tepian Nusantara.

Mohon doa dan dukungan dari segenap Sahabat peduli agar Kapal Kemanusiaan untuk Papua yang membawa bahan pangan dan kebutuhan dasar hidup, dapat segera menyapa saudara-saudara kita di pulau paling timur Indonesia.


Mari salurkan donasi Anda yang akan diakumulasi dalam bentuk beras, kebutuhan pokok dan medis untuk ASMAT PAPUA, melalui rekening :

BNI/BNI Syariah 66 0000 3303

Bank Mandiri 127 000 772 1309

Atas nama (Yayasan) Aksi Cepat Tanggap